ARUSBAWAH.CO - Pada 2026 mendatang, kerjasama Build Operating and Transfer (BOT) antara PT Cipta Sumena Indah Satresna dan Pemprov Kaltim akan berakhir.
Diketahui, kerjasama BOT itu sehubungan dengan pengelolaan salah satu mal di Samarinda, yakni mal Lembuswana.
BOT merupakan suatu bentuk kerjasama antara sektor publik dan swasta.
Dalam skema ini, pihak swasta bertanggung jawab untuk membangun (Build), mengelola dan mengoperasikan (Operate) proyek infrastruktur untuk suatu periode waktu tertentu.
Mal yang dibangun pada era 90an itu, disepakati dikelola oleh PT Cipta Sumena Indah Satresna selama kurun waktu 30 tahun, dan akan berakhir pada 2026 mendatang.
Belum diketahui, bagaimana proses kesepakatan antara kedua belah pihak ketika kerjasama BOT ini berakhir pada 2026 mendatang.
Meski demikian, dari kerjasama ini, Pemprov Kaltim diketahui juga mendapatkan dana kemitraan dari pihak ketiga itu.
Lantas berapa besarannya?
Dilansir dari LAPORAN KEUANGAN TAHUN ANGGARAN 2023 milik Pemprov Kaltim yang dipublish pada 2024, tercatat Pemprov mendapatkan dana BOT sekitar Rp 10 Miliar lebih.
Dana sekitar Rp 10 Miliar itu bersumber dari beberapa item, dijabarkan sebagai berikut:
1. Tanah seluas 68.393 m2: Rp 9.638.035.000,-
2. Lahan tempat lokasi SMKK Rp 698.625.000,-
3. Bangunan Gedung Wanita Rp 173.370.000,-
4. Terminal: Rp 10.000.000,-
5. Biaya pengukuran kulture dan land clearing: Rp 450.000.000,-
"Adapun kerjasama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan PT
Cipta Sumena Indah Satresna (PT CSIS) dalam bentuk Build Operating
and Transfer (BOT) atau Bangunan Guna Serah (BGS) senilai
Rp51.254.303.000,00 (tidak termasuk nilai taman hiburan senilai
Rp2.950.000.000,00) belum dicatat sebagai Aset Kemitraan karena nilai
aset tersebut baru menjadi hak Pemprov Kaltim pada Tahun 2026 sesuai adendum kerjasama tanggal 26 Juli 1996," demikian sebagaimana tertulis dalam Laporan Keuangan Tahun 2023 itu. (pra)




