ARUSBAWAH.CO - Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) mengukuhkan 18 guru besar dari berbagai fakultas dalam rangka Orasi Ilmiah dan Pengukuhan Guru Besar Unmul 2025, Jumat (26/9/2025).
Dengan pengukuhan ini, jumlah guru besar di Unmul kini mencapai 93 orang.
Prof. Sifriyani: Perjalanan Menuju Guru Besar Tidak Mudah
Salah satu guru besar yang dikukuhkan, Sifriyani, mengaku perjalanan mencapai gelar ini tidak mudah.
"Iya, jadi setelah saya selesai S3 di UGM, beberapa penelitian lanjutan itu saya lanjutkan. Kami mengembangkan metode integrasi regresi dan parametrik serta statistika spasial yang digunakan oleh stakeholder untuk menganalisis data berorientasi geografis dan nonparametrik," ujarnya saat ditemui redaksi Arusbawah.co usai dikukuhkan.
Sifriyani menjelaskan, dari 2019 hingga 2025, penelitian yang dilakukannya terus mendapatkan hibah. Dari hibah-hibah tersebut, ia menghasilkan banyak artikel ilmiah.
"Sebenarnya tidak sengaja ya, jadi dari hibah penelitian lalu publikasi saya terus berjalan dari 2019 hingga 2025, dan itulah yang membawa saya hingga ke tahap ini," tambahnya.

Ditanya tentang lama proses mencapai guru besar, Sifriyani menyebutkan sekitar lima hingga enam tahun sejak menyelesaikan S3 pada 2018.
Tantangan utama, menurutnya, adalah menjaga konsistensi penelitian dan publikasi.
"Dalam satu tahun kadang ada beberapa aplikasi yang tidak bisa diterbitkan, tapi bisa diterbitkan di tahun berikutnya. Selain itu, kesibukan sebagai dosen dan di struktural jurusan juga cukup menyita waktu," jelasnya.
Perjalanan akademiknya dimulai dari S1 di Universitas Negeri Makassar, S2 di Institut Teknologi 10 November Surabaya, dan S3 di Universitas Gadjah Mada.
Ia juga mengikuti program visit research Kemendikbud di Lancaster University selama enam bulan.
Sifriyani menjadi dosen Unmul sejak 2008, dan kini, di usia 42 tahun, ia tercatat sebagai guru besar termuda yang dikukuhkan tahun ini.
Rektor Unmul: Pengukuhan Guru Besar Dorong Kualitas Akademik
Sementara itu, Rektor Unmul, Abdunnur, mengatakan pengukuhan 18 guru besar ini menambah jumlah guru besar Unmul menjadi 93 orang dari total 1.524 dosen.
"Dengan adanya 18 ini, baru sudah ada 93 guru besar, sekitar 7% dari 1.300 dosen. Target kami, tahun depan, minimal 10% tercapai, terutama dengan tambahan dosen formasi 222 orang," ujarnya di hari yang sama.

Abdunnur menekankan, pencapaian guru besar tidak hanya tentang jumlah, tetapi juga kualitas.
Setiap calon guru besar harus melalui proses panjang, termasuk menjadi lektor kepala, bergelar doktor, dan mengumpulkan minimal 850 kum melalui pendidikan, penelitian, pengajaran, dan pengabdian masyarakat.
"Ini tidak mudah, tetapi setiap guru besar diharapkan memberikan dampak signifikan, menginspirasi, dan memotivasi dosen lain," katanya.
Fakultas dan Daftar 18 Guru Besar yang Dikukuhkan
Pengukuhan tahun ini berasal dari tujuh fakultas, dengan rincian:
- Fakultas Ekonomi dan Bisnis (1)
- Fakultas Pertanian (4)
- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (3)
- Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (1)
- Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (6)
- Fakultas Teknik (2)
- Fakultas Kedokteran (1)
Bersamaan dengan pengukuhan, setiap guru besar menyampaikan orasi ilmiah yang disajikan melalui rekaman video untuk membangun atmosfer akademik di kampus dan memperkenalkan keahlian mereka kepada publik.
Berikut daftar 18 guru besar yang dikukuhkan tahun 2025:
1. Prof. Dr. Rudi Kartika, M.Si. (Ilmu Biokimia dan Biosorpsi, FMIPA)
2. Prof. Dr. Zulkarnaen, M.Si. (Pendidikan Fisika, FKIP)
3. Prof. Dr. Ir. Sopialena, M.P. (Pengendalian Hayati Penyakit Tumbuhan, Faperta)
4. Prof. Dr. Ir. Mulyadi, M.Sc. (Tanah Tropika Humida, Faperta)
5. Prof. Dr. Sifriyani, M.Si. (Regresi Nonparametrik & Statistika Spasial, FMIPA)
6. Prof. Dr. Fahrul Agus, S.Si., M.T. (Sistem Informasi Lingkungan-Kehutanan, FT)
7. Prof. Dr. Teguh Wirawan, M.Si. (Kimia Analitik dan Lingkungan, FMIPA)
8. Prof. Dr. Ir. Hj. Andi Noor Asikin, M.Si. (Pengolahan Hasil Perikanan Lokal, FPIK)
9. Prof. Dr. Irwansyah, MM., CSRS., CSRA., CIQaR., CMA. (Keuangan Perusahaan & Pasar Modal, FEB)
10. Prof. Ir. Ndan Imang, M.P., Ph.D. (Sistem Perladangan, Faperta)
11. Prof. Dr. Ir. H.A. Syamad Ramayana, M.P. (Agroklimatologi, Faperta)
12. Prof. Dr. Hasbi Sjamsir, M.Hum. (Perkembangan Bahasa Anak & Manajemen PAUD, FKIP)
13. Prof. Dr. Ir. Dharma Widada, M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng. (Manajemen Industri & Sistem Lingkungan Kehutanan Berkelanjutan, FT)
14. Prof. Dr. Zeni Haryanto, M.Pd. (Teknologi Pembelajaran Fisika, FKIP)
15. Prof. Dr. Hetty Manurung, S.Si., M.Si. (Fisiologi Tumbuhan & Fitokimia, FMIPA)
16. Prof. Dr. Soerja Koesnarpadi, S.Si., M.Si. (Kimia Analitik & Material, FMIPA)
17. Prof. Dr. dr. Swandari Paramita, M.Kes. (Sains Biomedis, FK)
18. Prof. Dr. Darnah, S.Si., M.Si. (Biostatistika, FMIPA)
(wan/ sobizz)




