ARUSBAWAH.CO - Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Beruang Madu terletak di Jalan Soekarno-Hatta Km 23, Karang Joang, poros Balikpapan–Samarinda, Kalimantan Timur.
Berdasarkan hasil studi Sri Ngabekti tahun 2013, pengukuran GPS titik koordinat KWPLH Balikpapan berada pada S 1° 06’ 30.7” dan E 116° 54’ 15.2”.
Berada di ketinggian 43–68 mdpl, suhu udara KWPLH Balikpapan ini berkisar antara 24,8–27,6°C dengan kelembapan 85–88%, kondisi yang sangat mendekati habitat asli beruang madu.
Enklosur beruang madu di KWPLH Balikpapan menempati lahan seluas 1,3 hektar.
Berdasarkan SK Wali Kota Balikpapan Nomor 188.45-72/2005, pengelolaan KWPLH Balikpapan ini berada di bawah Badan Pengelola Hutan Lindung Sungai Wain (BPHLSW).
Konsep Edukasi dan Rekreasi
Sejak didirikan pada 2005, KWPLH Balikpapan hadir sebagai sarana non-profit yang menggabungkan konsep play, learn, and relax atau bermain, belajar, dan berwisata.
Tujuan KWPLH Balikpapan meliputi:
- Mengedepankan prinsip ramah lingkungan.
- Menyediakan edukasi lingkungan hidup.
- Mengajak masyarakat tidak memelihara satwa liar serta bertanggung jawab terhadap hewan domestik.
- Menawarkan fasilitas rekreasi ramah lingkungan.
- Meningkatkan apresiasi terhadap beruang madu, maskot Kota Balikpapan.
Fasilitas Pendukung KWPLH Balikpapan
Selain enklosur di KWPLH Balikpapan, terdapat Pusat Informasi Beruang yang menyajikan edukasi mengenai jenis-jenis beruang di dunia.
KWPLH Balikpapan ini juga memiliki dua bangunan lamin.
Lamin I: pusat informasi, musholla, toilet, toko suvenir bertema beruang madu, serta mini teater dokumenter.
Lamin II: ruang serbaguna untuk kegiatan seperti family gathering dengan kapasitas hingga 250 orang.
Tersedia pula taman bunga, area bermain, dan tempat piknik keluarga di KWPLH Balikpapan.
Habitat Menyerupai Alam Asli
Enklosur KWPLH Balikpapan dirancang menyerupai hutan perawan, dihuni oleh enam ekor beruang madu hasil sitaan.
Pagar kawat berarus listrik mengelilingi area untuk keamanan satwa dan pengunjung di KWPLH Balikpapan.
Pemberian makan beruang madu di KWPLH Balikpapan dilakukan dua kali sehari, dengan metode yang mendorong perilaku alami, seperti memanjat pohon untuk mendapatkan madu atau buah.
Selain beruang madu, KWPLH Balikpapan ini menjadi rumah bagi satwa lain, seperti bajing dan burung pemakan buah.
Tercatat setidaknya ada 23 spesies tanaman yang tumbuh alami di enklosur KWPLH Balikpapan.
Peran Ekologis Beruang Madu
Beruang madu tergolong karnivora, namun bersifat omnivora.
Beruang madu memakan buah, pucuk tanaman, serangga, hingga bunga.
Hasil penelitian Sri Ngabekti tahun 2013 menunjukkan bahwa beruang madu adalah penyebar biji yang efisien di hutan Kalimantan.
Biji yang dikeluarkan beruang madu melalui feses dapat tumbuh dengan baik sehingga membantu regenerasi hutan.
Selain itu, beruang madu juga memangsa rayap, semut, dan serangga hutan lainnya yang berperan dalam proses dekomposisi bahan organik.
Tantangan dan Kendala KWPLH Balikpapan
Secara umum, KWPLH Balikpapan dinilai berfungsi optimal sebagai habitat buatan untuk konservasi ex-situ.
Namun, reproduksi beruang madu di KWPLH Balikpapan belum berhasil karena dua faktor utama.
Pertama, kondisi fisik beruang hasil sitaan yang mengalami cacat tubuh.
Kedua, luas enklosur yang terbatas hanya 1,3 hektar, jauh dari kebutuhan jelajah alami beruang madu yang mencapai 5–25 km² per tahun.
Tanggapan Masyarakat soal KWPLH Balikpapan
Hasil survei kepada 30 responden (pengunjung, warga sekitar, dan operator wisata) menunjukkan bahwa 100% menganggap keberadaan enklosur KWPLH Balikpapan ini penting.
Warga sekitar dan pelaku wisata mengaku sangat bergantung pada keberadaan KWPLH Balikpapan, sementara ketergantungan pengunjung lebih rendah karena adanya alternatif destinasi wisata lain di Balikpapan.
Buku tamu KWPLH Balikpapan berisi beragam komentar positif, mulai dari apresiasi terhadap pelestarian beruang madu hingga saran untuk menambah unsur pendidikan. (adv)




