Advertorial

DPRD Kaltim Dukung Solusi Inovatif Krisis Sekolah di Wilayah 3T dengan Skema ‘Guru Keliling’

Senin, 16 Juni 2025 7:12

POTRET - Anggota DPRD Kalimantan Timur, Darlis Pattalongi (Foto: Instagram @darlis_pattalongi)

ARUSBAWAH.CO - Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Darlis Pattalongi, kembali menyoroti isu krusial soal akses pendidikan di daerah terpencil, yakni terkait kendala mendirikan unit sekolah baru, Sabtu (14/6/2025).

Ia menegaskan masih lebarnya jurang pendidikan antara desa dan kota, terutama di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), seperti Kutai Barat, Mahakam Ulu, Kutai Kartanegara, dan Kutai Timur.

“Namun, kami tidak diperkenankan membuka sekolah filial atau sekolah terbuka. Itu dilarang,” katanya, merujuk pada regulasi yang membatasi pendirian unit sekolah jarak jauh.

Menurut Darlis, sekolah filial, yakni kelas jauh yang bernaung di bawah sekolah induk, seharusnya menjadi solusi jangka pendek untuk mengatasi tantangan geografis, minimnya jumlah siswa, dan keterbatasan infrastruktur.

Sayangnya, aturan soal jumlah murid minimum menjadi hambatan utama berdirinya sekolah baru di pelosok.

Sebagai langkah strategis, Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim mengusulkan pola pendidikan berbasis mobilitas guru.

“Satu-satunya solusi saat ini adalah guru yang datang ke siswa,” ujarnya.

Melalui skema ‘guru keliling’ yang mulai dijalankan pada 2026 mendatang, guru-guru akan dikirim langsung ke kampung-kampung yang tidak memiliki SMA.

Kebijakan ini pun didukung insentif khusus bagi para pengajar yang bersedia mengabdi di wilayah sulit.

“Kami identifikasi beberapa daerah tanpa SMA, dan rencananya guru akan ditugaskan langsung mengajar di sana,” jelas Darlis.

Program ini bukan sekadar menghadirkan guru, melainkan menghadirkan harapan bahwa setiap anak di Kalimantan Timur berhak merasakan pendidikan berkualitas tanpa harus meninggalkan tanah kelahirannya.

Dengan skema baru ini, ribuan pelajar yang sebelumnya kesulitan menjangkau sekolah akan mendapat akses pembelajaran langsung, bahkan di tengah hutan, daerah pesisir, atau pedalaman.

DPRD Kaltim bersama Pemprov dan Disdik berharap pendekatan ini mampu memangkas kesenjangan pendidikan secara sistematis.

Lebih dari sekadar membuka bangku belajar, program ini ingin memastikan masa depan yang lebih cerah dan setara bagi generasi muda di seluruh penjuru Kaltim. (adv)

Tag

MORE