ARUSBAWAH.CO - Suasana padat terlihat jelas saat selesainya salat Jumat di Masjid Fathul Khair, Jalan Pangeran Suryanata, Samarinda, Jumat (13/9/2024).
Beberapa jamaah tampak keluar satu persatu.
Tak langsung pulang, jamaah-jamaah itu terlihat mengantre bungkusan makanan yang dibagikan di samping masjid menuju pintu keluar.
Ada yang berdesakan, tetapi ada pula yang memilih santai menunggu hingga antrean pemberian bungkusan makanan itu agak lega.
Seperti itulah suasana di Masjid Fathul Khair hari itu.
Dan ternyata, rutin dilakukan hingga kini sudah berlangsung selama 7 tahun.
Penasaran soal kegiatan pembagian bungkusan makanan, Arusbawah.co menemui pengurus Masjid Fathul Khair.
Namanya, Nayan, sosok lelaki beruban yang menjadi pengurus masjid sekaligus penjaga.
Dari sanalah, diceritakan soal kegiatan pembagian makanan yang rutin dilakukan setiap Jumat.
Totalnya pun tak sedikit. Tiap Jumat, ada sekitar 500 bungkus makanan yang dibagikan.
“Setiap hari Jumat kita rutin melakukan pembagian seperti ini,” ucap Nayan mengawali perbincangan dengan redaksi Arusbawah.co.
“Pembagiannya seperti ini jarang ya kami hitung, tapi sekali pembagian biasaya kami hitung garis besarnya adalah 500 lebih,” tambahnya.
Nayan juga menyampaikan kegiatan pembagian nasi bungkus di Masjid Fathul Khair Suryanata ini, sudah berjalan selama 7 tahun lalu hingga sekarang.
“Alhamdulilah kegiatan seperti ini sudah berjalan lancar tanpa putus selama 7 tahun sampai dangan saat ini,”ucapnya.
Soal dari mana nasi bungkus itu, dikatakannya merupakan sumbangan dari pihak-pihak yang ingin memberikan sedekahnya berupa nasi bungkus.
Tetapi, dikatakannya lagi, pihak masjid tidak pernah mematok bentuk sumbangan yang akan mereka terima.
"Apapun makanan ataupun kue kami terima karena ini kan sifatnya sukarela," ucapnya.
“Selama ini yang datang itu berupa makanan dan minuman saja tidak pernah berbentuk uang,” tambahnya.
Dalam perjalanannya Nayan juga bercerita bahwa jumlah sumbangan yang diterima pihak Masjid Fathul Khoir selalu berubah-ubah.
"Dari warga biasanya memberikan nasi sebanyak 50 bungkus,"ucapnya.
"Terkadang juga ada 20 atau 10 bungkus," tambahnya.
Nayan juga menambahkan pihak masjid saat menerima makanan, tidak hanya dari warga sekitar melainkan dari pihak organisasi ataupun instansi pemerintah dengan jumlah yang berbeda pula.
“Pembagian kepada masjid beda-beda, biasanya berasal dari majelis sumbang 200 kotak, “ucapnya.
“Dan dari kepolisian (ibu-ibu bhayangkara) maupun pemerintah lain sering juga,” tambahnya.
Jenis sumbangan makanan atau minuman tersebut juga Nayan sampaikan beraneka beragam tergantung dari keikhlasan para penyumbang.
"Sumbangan yang kami terima ada nasi kuning,bubur, kadang ayam geprek, lalapan, nasi padang dan lain sebagainya,"ucapnya.
Nayan juga mengungkapkan bahwa nasi pembagian yang masih tersisa mereka akan bagikan untuk warga sekitar masjid Fathil Khair.
"Jika masih ada sisa nasi bungkusnya kami akan bagikan kepada para warga sekitar masjid,"tutupnya. (abdillah yanuri)




