ARUSBAWAH.CO - Relawan Damkar Posko 7 Samarinda, Akmaludin ceritakan proses penangkapan buaya sepanjang 2 meter yang ditemukan di saluran drainase di Jalan Kulintang Samarinda beberapa hari lalu.
Sebelumnya, beredar postingan video di sosial media (sosmed) pada Minggu, (20/10/2024) yang menayangkan penampakan buaya di dalam saluran drainase di Jalan Kulintang dekat Jembatan Pasar Segiri Samarinda.
Setelahnya, Akmaludin yang bertugas sebagai relawan pada posko 7 Kebun Raya Samarinda itu bercerita bahwa dirinya mendapatkan informasi untuk mengamankan buaya itu.
“Karena beberapa laporan juga saya respon dan pantau beberapa informasi-informasi dari warga maupun dari ketua relawan yang menyebutkan sering munculnya buaya di seputaran Pasar Segiri itu diperkirakan sama dengan info munculnya biaya di selokan itu,” ujarnya.
Dirinya memperkirakan video buaya yang terjebak pada saluran parit itu terjadi saat air pasang buaya masuk ke saluran drainase untuk mencari makan dan buaya tersebut tidak bisa kembali atau tersesat setelah air surut pada drainase itu.
“Kalau kita lihat jadi waktu air pasang itu dia mungkin cari mangsa, dan ketika air surut buaya itu lupa untuk kembalinya, jadi dia hanya bertahan di situ kurang lebih menurut informasi beberapa kali muncul sudah 3 bulan terakhir, antara tidak makan atau tidak mendapatkan mangsa,” ucapnya.
Sang penyelamat hewan tersebut menjelaskan kondisi buaya yang terjebak itu benar dalam ruang yang sempit hanya sekitar 60 sentimeter.
Ia kemudian lantas bersama dengan kawan-kawan lain mencoba untuk mengamankan hewan predator tersebut.
Untuk menjerat buaya jantan itu Akmaludin katakan dirinya tidak mampu sendirian melainkan perlu bantuan dari para relawan lain, berjumlah 9 orang.
Ia membutuhkan bantuan 9 orang relawan itu guna mengangkat dan menangkapnya dikarenakan berat dan agresif buaya tersebut diperkirakan memiliki berat 50 kilogram.
“Saya tidak mampu mengangkat maupun tangani sendirian terhadap buaya jantan ini, jadi kami dengan 9 orang turun untuk menanganinya maka dari itu saya harus meminta bantuan ke posko terdekat,” ujarnya.
Akmaludin juga ungkap beberapa relawan sempat kehilangan jejak buayanya dan beberapa teman-temannya menyampaikan telah melihat buaya itu sudah lari menuju ke sungai, tapi naluri Akmaludin meyakini buaya itu masih berada di dalam.
Setelah melewati drama berhasil penangkapan buaya itu, Akmaludin bersama para relawan memindahkan buaya Ke kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Kaltim (BKSD) yang beralamatkan di Jalan Rawa Indah.
“Biasanya sebelum kami lepas harus diamankan di posko terdekat dulu, namun adanya keberatan dari posko itu dikarenakan banyak anak kecil, akhinya saya meminta saran dan berkoordinasi jadi sementara di titip ke BKSD di Jalan Rawasari,” tutupnya. (dil)




