Arus Publik

Bukan Ajang Pencitraan, IKADA Kaltim Gunakan Campus Ambassador Showcase untuk Ukur Dampak Sosial Pemuda

Selasa, 6 Januari 2026 20:49

IKADA Kaltim resmi hadir melalui Campus Ambassador Showcase di Big Mall Samarinda (01/01/2026)/HO to Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Ikatan Duta Kampus Daerah Kalimantan Timur (IKADA Kaltim) memilih ruang publik sebagai panggung awal untuk menunjukkan arah geraknya.

Pada 1 Januari 2026, komunitas ini menggelar IKADA Kaltim Campus Ambassador Showcase di BIG Mall Samarinda, bukan sekadar ajang tampil, melainkan upaya membuktikan bahwa duta kampus bisa hadir lebih dekat dengan masyarakat dan isu sosial.

IKADA Kaltim Pilih Ruang Publik untuk Perkenalkan Arah Gerak Komunitas

Acara ini menjadi momentum pertama IKADA Kaltim memperkenalkan diri secara terbuka.

Fokusnya bukan seremoni, melainkan menyatukan duta kampus dari berbagai perguruan tinggi di Kaltim agar tidak berjalan sendiri-sendiri.

Di tengah banyaknya komunitas kepemudaan yang bersifat simbolik, IKADA Kaltim mencoba mengambil jalur berbeda, kolaborasi nyata dan dampak langsung.

Keresahan Pemuda Kampus Jadi Titik Awal Lahirnya IKADA Kaltim

Founder IKADA Kaltim, Muhamad Alfarizi Edytia, menegaskan bahwa komunitas ini lahir dari keresahan yang sama di kalangan pemuda kampus.

Banyak duta kampus memiliki potensi, tetapi terfragmentasi.

IKADA Kaltim hadir sebagai wadah kolaborasi duta kampus agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Kami ingin menyatukan potensi pemuda kampus untuk saling menguatkan, berjejaring, dan berkontribusi nyata bagi Kalimantan Timur,” ujar Alfarizi.

Campus Ambassador Showcase Bukan Tujuan Akhir

Ia menekankan, Campus Ambassador Showcase bukan tujuan akhir, melainkan pintu masuk untuk mengenalkan pola kerja IKADA ke publik.

Menurutnya, keberadaan duta kampus kerap berhenti pada label dan aktivitas seremonial.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa duta kampus bukan hanya simbol, tetapi agen perubahan yang punya kepedulian sosial dan visi pembangunan daerah,” tambahnya.

Desain Acara Tidak Berorientasi Hiburan Semata

Pendekatan ini terlihat dari desain acara yang tidak sepenuhnya berorientasi hiburan.

Selain pengenalan duta kampus lintas perguruan tinggi, acara diisi talkshow inspiratif, fashion show bertema kepemudaan, hingga hiburan kreatif yang dikemas sederhana namun komunikatif.

Panitia juga menyisipkan layanan cek kesehatan gratis serta penggalangan donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Kalimantan Selatan, sebagai penanda bahwa isu sosial menjadi bagian dari identitas IKADA Kaltim.

Figur Inspiratif Hadir, Bukan Jadi Pusat Panggung

Kehadiran Puteri Indonesia Kalimantan Timur 2024, Kori Aprilia, sebagai guest star memberi daya tarik tambahan.

Namun posisinya lebih sebagai figur pemantik diskusi dan inspirasi, bukan pusat acara.

Pesan yang dibangun tetap satu: peran pemuda tidak berhenti pada pencitraan, tetapi kontribusi.

Respons Publik: Duta Kampus Dinilai Lebih Membumi

Respons publik di lokasi menunjukkan pendekatan ini cukup efektif.

Christian, salah satu pengunjung mal, mengaku awalnya tidak sengaja berhenti di area acara.

Namun ia tertarik melihat konsep yang ditawarkan.

“Awalnya saya hanya lewat, tapi ternyata acaranya menarik. Penampilan duta kampusnya rapi, percaya diri, dan pesannya positif. Ini bagus untuk anak muda, apalagi diselenggarakan di ruang publik seperti mall,” ungkap Christian.

Dukungan Lintas Sektor Perkuat Posisi IKADA Kaltim

Dari sisi dukungan, kegiatan ini melibatkan Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Hetifah, serta sejumlah sponsor dan media partner.

Dukungan lintas sektor ini menunjukkan bahwa IKADA Kaltim mulai dibaca sebagai komunitas yang punya relevansi, bukan sekadar forum internal mahasiswa.

Penanda Awal Keluar dari Pola Lama Duta Kampus

Di tengah minimnya ruang kolaborasi antar duta kampus di Kaltim, Campus Ambassador Showcase menjadi penanda awal, IKADA Kaltim ingin keluar dari pola lama.

Bukan hanya memperlihatkan kreativitas, tetapi juga menegaskan posisi pemuda kampus sebagai aktor sosial yang siap terlibat dalam isu kemanusiaan dan pembangunan daerah.

(wan)

Tag

MORE