Arus Publik

BREAKINGNEWS - Ada Apa Rapat Tengah Malam di DPRD Kaltim? Digelar Tanpa Jadwal, Sekda Sri Wahyuni Hanya Jawab 'Silaturahmi Saja'

GEDUNG DPRD KALTIM - DPRD Kaltim Gelar Rapat tertutup larut malam sekitar pukul 21.50 berakhir sekitar pukul 23.15 Wita berlokasi di lantai 2 ruang pimpinan Gedung D DPRD Kaltim/IST

ARUSBAWAH.CORapat larut malam antara pimpinan DPRD Kalimantan Timur dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) digelar secara tertutup pada Selasa, 23 Juni 2026.

Pertemuan yang tidak masuk dalam agenda resmi DPRD itu berlangsung di tengah beredarnya informasi mengenai tindak lanjut temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Namun, Sekretaris Daerah Sri Wahyuni membantah adanya pembahasan tersebut.

Pantauan lapangan redaksi Arusbawah.co, rapat dimulai sekitar pukul 21.50 Wita dan baru berakhir sekitar pukul 23.15 Wita.

Informasi adanya rapat tertutup dan berlangsung larut malam itu diterima redaksi Arusbawah.co satu jam sebelum rapat dimulai.

Pertemuan berlangsung di ruang pimpinan lantai 2 Gedung D DPRD Kaltim.

Rapat tersebut digelar secara tertutup tanpa bisa diliput.

Tidak ada jadwal resmi yang dipublikasikan sebagaimana agenda DPRD pada umumnya yang biasanya di sampaikan ke grup media DPRD Kaltim.

Lima Pejabat Kunci Hadiri Rapat Tertutup di Gedung D DPRD Kaltim

Sedikitnya lima pejabat terlihat mengikuti pertemuan itu.

Mereka adalah Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas'ud, Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel, Sekretaris Daerah Kaltim yang juga Ketua TAPD Sri Wahyuni, Kepala Bappeda Kaltim Muhaimin, serta Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim Ahmad Muzakkir.

Informasi yang diterima redaksi Arusbawah.co menyebutkan pertemuan tersebut berkaitan dengan temuan BPK RI terhadap Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Namun, hal itu dibantah oleh Sekretaris Daerah Sri Wahyuni.

Sekda Sri Wahyuni Berulang Kali Menyebut Rapat Tengah Malam Hanya Silaturahmi

Usai rapat tertutup itu, Sri Wahyuni sempat keluar ruangan dan ditemui wartawan Arusbawah.co.

Ketika ditanya wartawan alasan digelarnya rapat pada larut malam hari, Sri Wahyuni hanya memberikan jawaban singkat.

"Silaturahmi saja," kata Sri Wahyuni kepada awak media sambil berjalan meninggalkan lokasi.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai pembahasan yang dilakukan, ia kembali memberikan jawaban serupa.

"Ya, silaturahmi saja," ujarnya.

Wartawan kembali menanyakan apakah pertemuan tersebut membahas temuan BPK terhadap Pemprov Kaltim.

"Ee, enggak juga. Ya, silaturahmi saja," jawabnya.

Ketika ditanya lagi apakah ada evaluasi atau tindak lanjut terkait temuan BPK, Sri Wahyuni membantah.

"Enggak ada. Silaturahmi ngobrol saja. Silaturahmi saja. Aman-aman, ya," katanya.

Meski berulang kali mendapat pertanyaan mengenai alasan rapat digelar pada larut malam hari dan secara tertutup, Sri Wahyuni tidak memberikan penjelasan lebih jauh.

Didampingi Kepala Bappeda Kaltim Muhaimin, Sri Wahyuni kemudian meninggalkan lokasi dengan menggunakan lift menuju lantai bawah.

Disusul keluarnya dari ruang rapat yakni Kepala BPKAD, Ahmad Muzakkir.

Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel Beri Penjelasan Berbeda

Sementara itu, usai rapat, Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel justru memberikan penjelasan berbeda dari Sekda Sri Wahyuni.

Menurut dia, pertemuan tersebut dilakukan untuk menyinkronkan persiapan agenda pertanggungjawaban APBD Tahun 2025.

"Rencana kan tanggal 22 pertanggungjawaban APBD 2025. Kita mensinkronkan saja. Membantu TAPD untuk persiapan nanti hari Senin," kata Ekti saat diwawacarai.

Ekti Imanuel Bantah Ada Pertemuan dengan BPK RI Perwakilan Kaltim

Ia juga membantah adanya pertemuan dengan BPK RI perwakilan Kaltim maupun pembahasan khusus terkait Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK.

"Enggak ada. Kan kalau BPK meriliskan temuannya sudah terpenuhi semua di Paripurna, tidak ada bisa pertemuan lagi itu aja," ujarnya.

Saat ditanya apakah ada pembahasan mengenai tindak lanjut rekomendasi BPK, Ekti menyebut hal tersebut merupakan kewenangan TAPD.

"Itu ranahnya TAPD. Kita menginginkan supaya Paripurna berjalan, mereka siap untuk hadir dan pertanggungjawabannya," katanya.

Ekti mengatakan pertemuan malam itu hanya melibatkan unsur pimpinan sehingga tidak perlu dijadwalkan secara terbuka kepada unsur media.

"Oh, tidak perlu. Ini kan unsur pimpinan aja. Tidak perlu harus ke mana-mana, yang jadwal itu cukup untuk pimpinan aja," ujarnya.

Ketika ditanya apakah rapat tersebut merupakan rapat pimpinan, Ekti menjawab singkat.

"Ah, termasuk seperti itulah," kata dia.

(wan) 

 

Tag

MORE