Arus Terkini

BBB (Bukan Barang Baru), Skandal Wanita di Lingkaran Pejabat

Sabtu, 6 Juli 2024 13:12

Grafis pemberitaan arusbawah.co Skandal Wanita di Lingkaran Pejabat/ Grafis by arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO - Kasus asusila yang membuat Hasyim Asy'ari jatuh dari jabatannya sebagai Ketua KPU RI saat ini masih ramai diberitakan.

Sebelumnya, Hasyim Asy'ari memang pernah tersangkut beberapa dugaan kasus, tetapi dirinya kerap disebut kebal hukuman.

Catat saja, mulai dari dugaan pelecehan seksual Husnaeni "Wanita Emas", kemudian ada pula soal kebocoran data pemilih pada Sistem Informasi Data Pemilih, hingga soal pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres.

Di beberapa isu dan perkara itu, Hasyim Asy'ari masih tetap aman soal jabatannya sebagai Ketua KPU RI.

Namun, akhirnya, Hasyim Asy'ari akhirnya 'nyungsep" karena wanita.

Adalah CAT, penyintas yang melaporkan Hasyim Asy'ari ke DKPP dan kemudian berujung pemecatan.

"Dalam pertemuan tersebut, setelah berbincang-bincang di ruang tamu kamar Teradu, Pengadu menerangkan bahwa Teradu memaksa untuk melakukan hubungan badan. Pengadu menolak permintaan Teradu, namun Teradu terus memaksa disertai dengan janji akan menikahi Pengadu," demikian bunyi salinan DKPP.

Soal adanya peran wanita yang kemudian membuat karir seorang pejabat nyungsep, sebenarnya bukan lah barang baru di Indonesia.

Skandal wanita di lingkaran pejabat pun demikian.

Bahkan bisa dibilang jamak terjadi.

Kita mundur ke belakang, ada sosok Tubagus Chaery Wardana alias Wawan.

Dalam persidangan kasus korupsi yang menerpa Wawan itu, tersebut pula sosok wanita, pesohor kalangan artis bernama Jennifer Dunn.

Imbal balik yang didapatkan pun bukan barang kecil, melainkan sebuah mobil Toyota Vellfire dari Wawan.

Ujungnya, Wawan divonis penjara 7 tahun atas pidana suap Ketua MK Akil Mochtar.

Kehebohan juga sempat terjadi pada kasus Ahmad Fathanah di kasus daging sapi impor.

Fathanah merupakan orang dekat Luthfi Hasan Ishaaq.

Dia masuk pada kasus KPK, karena menerima uang suap dari perusahaan impor daging PT Indoguna Utama di Hotel Le Meridien.

Saat tertangkap itu, Ahmad Fathanah diyakini sedang bersama perempuan bernama Maharani.

Era 1960-an pernah pula ramai soal hubungan istimewa beberapa perempuan dengan salah pejabat tinggi di Indonesia.

Adalah Jusuf Muda Dalam (JMD), sosok pejabat tinggi itu.

Jabatannya Gubernur Bank Indonesia. Di karirnya, ia tersandung tuduhan terlibat G30 S PKI.

Sidang pun digelar, dan banyak dapatkan perhatian publik, termasuk pula pejabat-pejabat tinggi lainnya.

Di sidang itulah, tercium adanya skandal wanita, di antara beberapa skandal lain yang juga tercuat.

Memoar soal kasus JMD ini, ditulis Drs. Effendy Sahib yang diterbitkan Varia, Jakarta, 1966, dengan judul "Anak Penyamun Di Sarang Perawan".

Melansir Tirto, pada Bab IV yang berjudul "Bukan Harem 1001 Malam", disebutkan ada 25 perempuan yang menerima harta tak jelas dari JMD mulai dari uang, rumah, dan mobil.

Salah satu dari 25 perempuan itu adalah Titiek Puspa.

Dalam persidangan pada 1966, di Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) Jakarta, ketika ditanya apakah mobil Fiat 1300 yang dimilikinya didapat dari Jusuf Muda Dalam, Titiek yang kala itu berusia 29 tahun menjawab: “Saya membeli dengan harga 40 juta rupiah atau empat puluh ribu rupiah uang baru.”

Rupanya mobil itu dibeli Titiek dari JMD. Pembayaran diangsur dan tidak dilakukan di kantor, tapi di rumah JMD, di Jalan Hang Tuah. Ketika hakim bertanya “mengapa pembayaran tidak di kantor?”

“Karena saya dijemput oleh pesuruh atau pembantu Pak Jusuf,” jawab Titiek.

Hakim yang penasaran betapa murahnya Fiat tersebut, bertanya lagi, “Mengapa Jusuf begitu baik mau jual mobil murah kepada saudara?”

“Mungkin Pak Jusuf tahu saya mau beli mobil murah, karena saya tidak mampu,” jawab Titiek. Mobil-mobil yang diberikan pada perempuan-perempuan itu ketika JMD disidangkan sudah disita pemerintah.

Titiek membantah mobil Fiat itu diberikan cuma-cuma oleh JMD. Dalam biografinya, ia bahkan mengaku hanya mencicipi mobil itu kurang dari sehari.

Mobil itu diambil mahasiswa dari bengkel dengan alasan untuk demonstrasi, dan mobil itu tak pernah kembali lagi ke tangannya.

"Kasus isu affair dengan Yusuf Muda Dalam mencuatkan nama saya dengan dahsyat menjadi selebriti yang sangat populer saat itu. Jumlah permintaan show meroket. Berbagai daerah dari Sabang sampai Merauke memanggil saya menyanyi. Saya berpikir positif saja. Tuhan memberi saya rezeki lewat cobaan ini. Dan melalui show-show itu saya luruskan lagi nama saya," kata Titiek Puspa kepada Alberthiene Endah yang menulis buku Titiek Puspa, A Legendary Diva (2008, hal. 197). (pra)

Tag

MORE