Arus Terkini

Andi Harun Jawab Heboh Longsor Terowongan Selili: Proyek Aman, Tapi Diserang Opini Menyesatkan Tanpa Verifikasi

Jumat, 16 Mei 2025 12:27

NARASUMBER - Wali Kota Samarinda, Andi Harun/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Longsoran tanah di lereng inlet Terowongan Selili, Selasa pagi (13/5/2025) sekitar pukul 09.17 Wita, mengejutkan warga Samarinda

Peristiwa itu terekam dalam video amatir dan cepat viral di media sosial Instagram. 

Publik pun berspekulasi, mempertanyakan kualitas dan keamanan proyek bernilai ratusan miliar rupiah tersebut.

Longsor terjadi di sisi luar dinding inlet, tepatnya di penghubung antara Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakap. 

Sejumlah warga menyebut konstruksi terowongan terancam, namun Wali Kota Samarinda Andi Harun dengan tegas membantah hal itu.

“Terowongan itu secara struktur aman. Yang longsor hanya bagian luar penahan sementara. Itu belum dibangun permanen karena baru dilelang tahun ini. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” kata Andi Harun saat diwawancara redaksi Arusbawah.co, pada Kamis (15/5/2025).

Ia menjelaskan bahwa fokus pembangunan di tahap sebelumnya adalah menyelesaikan struktur utama terowongan. 

Adapun penguatan inlet dan outlet baru dimasukkan dalam APBD 2025 dan kini dalam proses lelang.

“Pekerjaan utama, yaitu terowongannya, sudah rampung dan tidak ada retakan atau kerusakan. Penguatan inlet dan outlet baru masuk tahun ini. Bisa dicek langsung di LPSE,” tegasnya.

Proyek Terowongan Selili merupakan salah satu proyek besar Pemkot Samarinda, yang mulai dikerjakan sejak Januari 2023. 

Dengan panjang 690 meter, lebar dan tinggi masing-masing 15 meter, terowongan ini ditargetkan rampung pada 2025. 

Nilai proyeknya mencapai Rp395 miliar dan dikerjakan oleh PT PP (Persero) Tbk menggunakan metode NATM (New Austrian Tunneling Method).

Tujuan utama proyek ini adalah mengurai kemacetan di Gunung Manggah dan Jalan Otto Iskandardinata yang menjadi titik padat lalu lintas. 

Terowongan itu diharapkan menjadi solusi permanen akses antara wilayah pusat kota dan Palaran.

Meski begitu, viralnya video longsor mengundang sorotan tajam publik. 

Sejumlah akun media sosial mempertanyakan kualitas pembangunan dan menyindir proses pengawasan.

Menanggapi hal itu, Andi Harun menilai sebagian informasi di media sosial menyesatkan dan tidak berbasis fakta. 

Ia menyebut ada pihak yang sengaja menyebarkan narasi negatif demi kepentingan tertentu.

“Banyak orang menyebar potongan video lalu diberi narasi menyesatkan. Seperti kasus Citraniaga kemarin, polanya sama. Tidak semua warga paham konteks lapangannya,” ujarnya.

Andi menambahkan bahwa ia tak mempermasalahkan kritik terhadap dirinya, tapi menyesalkan jika pembangunan yang bertujuan untuk publik justru dijelekkan.

“Kalau soal saya, terserah mau dibilang apa. Tapi jangan rusak semangat pembangunan. Ini tanggung jawab kita bersama. Yang penting kerja jalan, rakyat mendukung,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Samarinda, Desy Damayanti mengonfirmasi bahwa badan terowongan tetap aman dan terkendali. 

Saat ini, tim proyek sudah melakukan penutupan sementara lereng dengan terpal dan menggelar investigasi bersama tim teknis.

“Langkah awal kami tutup lereng pakai terpal. Selanjutnya ditangani dengan desain perbaikan lereng. Badan terowongan tidak terdampak. Investigasi geologi sudah dilakukan sejak Februari,” kata Desy.

Dari hasil investigasi, ditemukan bahwa lereng di luar area proyek (di luar ROW) mengandung material talus deposit endapan longsor masa lalu yang rawan pergerakan.

“Struktur geologi di atas itu memang tidak stabil. Ada kemiringan batuan yang mengarah ke bawah. Jadi faktor alam juga mempengaruhi. Kini kami desain solusi jangka panjangnya,” jelas Desy.

(wan)

Ads Arusbawah.co

 

Tag

MORE