ARUSBAWAH.CO - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memancang ambisi besar pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 mendatang.
Partai berbasis Islam itu kini membidik target lebih tinggi dari pencapaian sebelumnya, menyusul hasil Pemilu 2024 di Kalimantan Timur.
Data yang dihimpun Arusbawah.co, berdasarkan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Ulang Partai Politik Tingkat Provinsi Kaltim, pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 219-01-14-21/PHPU.DPR-DPRD-XXII/2024 untuk Pemilihan Umum Tahun 2024, PKS menempati posisi kelima dengan 145.571 suara atau 7,2 persen.
Posisi PKS berada di bawah NasDem dengan 227.808 suara atau 11,3 persen, PDIP 252.717 suara atau 12,5 persen, dan Gerindra 307.260 suara atau 15,3 persen.
Peringkat pertama masih dikuasai Golkar dengan 538.115 suara atau 26,7 persen.
Hasil itu membuat PKS masih harus bekerja keras untuk mendongkrak elektabilitasnya, meski ambisi partai tetap tinggi menjelang 2029.
Meski Pemilu nasional masih empat tahun lagi, PKS sudah menyiapkan strategi jangka panjang untuk meningkatkan basis suara.
Partai orange hitam itu juga tengah menyiapkan kader-kader potensial yang akan mengikuti kontestasi politik 2029, dengan fokus pada isu yang menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari.
Langkah Strategis PKS Menuju Pemilu 2029
Ketua DPW PKS Kaltim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan partainya sudah mulai menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi pesta demokrasi mendatang.
Pernyataan itu disampaikannya kepada Arusbawah.co sebelum Rapat Kerja Wilayah (Rakorwil) DPW PKS Kaltim dimulai pada, Sabtu (29/11/2025).
“Kita membahas beberapa hal hari ini, pertama terkait program unggulan yang sudah diamanatkan, termasuk indeks kerja program. Semua itu akan kita jabarkan pada rekaman ini. Hasilnya belum bisa disampaikan karena menunggu undang-undang dan rapat komisi yang sedang berjalan,” ungkapnya.
Ditanya soal isu prioritas yang akan dibawa, Ardiansyah menyoroti rumah keluarga Indonesia dan ketahanan keluarga sebagai fokus utama.
“Semua ini betul-betul untuk memberikan layanan kepada masyarakat. Kita ingin isu ini menjadi dasar penguatan partai di tingkat lokal dan provinsi,” katanya.
Mengenai strategi PKS menghadapi Pemilu 2029, Ardiansyah memilih menunggu keputusan rapat lebih lanjut.
“Mudah-mudahan di Rakorwil ini kita akan bicarakan strategi lebih detail. Sekarang belum berani saya sampaikan karena masih perlu dibahas,” ujarnya.
Arahan Pusat dan Penguatan Kader
Arahan dari pusat, menurut Ardiansyah, tetap berpegang pada visi, misi, dan delapan program utama yang telah disiapkan, termasuk 35 indeks kerja program yang harus dielaborasi di kerja wilayah dan DPD.
“Semua program ini menjadi pegangan kami dalam menguatkan basis suara PKS di Kaltim,” tambahnya.
Untuk penguatan kader, PKS rutin menggelar pembinaan kader dan penguatan keluarga.
Langkah-langkah ini dianggap efektif memperkuat loyalitas kader sekaligus menyiapkan generasi pemimpin partai di masa mendatang.
Ditanya soal calon yang akan diusung pada 2029, Ardiansyah menjawab, PKS masih dalam tahap persiapan.
“Calon tunggal kita persiapkan dulu. Mudah-mudahan dibahas di Rakorwil ini, tapi nanti hasilnya akan terlihat setelah rapat kerja selesai,” ujarnya.
Rakorwil kali ini digelar sebagai tindak lanjut amanat rapat kerja nasional, yang mewajibkan semua DPW di Indonesia menggelar Rakorwil.
“Rakorwil mungkin cukup satu hari karena tahun 2025 tinggal satu bulan. Implementasi sebagian program sudah kita mulai sejak Oktober lalu. Semua ketua bidang DPD hadir hari ini,” jelasnya.
Arahan Presiden PKS, Almuzzammil Yusuf, dalam Rakorwil se-Indonesia menekankan kaderisasi dan pelayanan publik.
“Partai politik sejatinya momentum untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat melalui visi dan misi. Beliau menekankan pelayanan publik harus dimaksimalkan agar kita bisa meraih hati masyarakat Indonesia umumnya, dan Kaltim khususnya,” pungkas Ardiansyah.
(wan)




