ARUSBAWAH.CO - Harapan masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) untuk memiliki akses transportasi udara yang representatif kini berada di depan mata.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan bahwa pembangunan Bandara Ujoh Bilang telah menunjukkan progres signifikan dan ditargetkan mulai melayani penerbangan perdana pada tahun 2026 ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Seno Aji di sela-sela peninjauan langsung progres pembangunan bandara pada Senin, 16 Maret 2026.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kerja maraton Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di wilayah hulu Mahakam.
Kesiapan Infrastruktur dan Fasilitas Utama
Dalam tinjauannya, Seno Aji mengungkapkan bahwa fasilitas pokok bandara saat ini sudah siap dioperasikan.
Terminal penumpang yang mencakup ruang kedatangan dan ruang keberangkatan telah berdiri lengkap guna menunjang aktivitas calon penumpang.
"Hari ini kita berkunjung ke Bandara Ujoh Bilang. Dengan lebar 750 meter, dan sudah dilengkapi dengan ruang kedatangan, ruang keberangkatan, dan lain sebagainya. Sudah lengkap," ujar Seno Aji saat berdiri di area landasan pacu.
Menurutnya, spesifikasi teknis bandara saat ini sudah sangat mumpuni untuk melayani pesawat jenis Smart Aviation atau Cessna Caravan.
Fasilitas ini dipandang cukup sebagai langkah awal untuk memecah isolasi geografis di Mahakam Ulu yang selama ini sangat bergantung pada jalur sungai dan darat yang menantang.
Izin Kemenhub dan Kontrak Maskapai
Pemerintah Provinsi tidak hanya fokus pada fisik bangunan, tetapi juga pada aspek legalitas dan operasional.
Seno Aji membeberkan bahwa berdasarkan koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kaltim, izin operasional dari Kementerian Perhubungan diperkirakan terbit pada pertengahan tahun ini.
"Informasi dari Dishub bahwa airport ini akan mendapatkan izin dari Kementerian Perhubungan pada bulan Juni atau Agustus mendatang," jelasnya.
Kabar yang paling dinanti adalah kepastian maskapai yang akan melayani rute tersebut. Seno Aji mengonfirmasi bahwa pemerintah telah menjalin kesepakatan dengan salah satu maskapai nasional.
"Kontrak dengan maskapai juga sudah ada, yaitu Smart Aviation atau Susi Air. Dan diharapkan penerbangan perdana tahun ini dan mudah mudahan dapat menjadi dampak manfaat untuk masyarakat Mahakam Ulu” katanya.
Visi Pengembangan Jangka Panjang
Meski saat ini fokus pada pesawat kecil, Pemprov Kaltim telah menyiapkan rencana pengembangan tahap berikutnya.
Jika kebutuhan mobilitas masyarakat meningkat, landasan pacu (runway) direncanakan akan diperpanjang dari 750 meter menjadi 1.250 meter.
Perpanjangan ini bertujuan agar bandara mampu didarati oleh pesawat yang lebih besar, seperti tipe ATR.
"Mudah-mudahan nanti bisa bertahap dikembangkan dan bisa menjadi salah satu bandara yang menghubungkan di daerah Hulu Mahakam.”
Dampak Ekonomi bagi Masyarakat
Realisasi Bandara Ujoh Bilang diharapkan tidak hanya memudahkan mobilitas warga, tetapi juga menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi baru di perbatasan.
Dengan terpangkasnya waktu tempuh ke ibu kota provinsi, distribusi logistik dan akses jasa diharapkan menjadi lebih efisien.
Peninjauan bandara ini menjadi agenda penutup yang krusial bagi rombongan Wagub sebelum bertolak kembali menuju Samarinda melalui jalur darat.
Keberadaan bandara ini nantinya akan menjadi solusi nyata bagi tantangan infrastruktur di wilayah Mahakam Ulu. (son)




