ARUSBAWAH.CO - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) pada tahun 2025 mengalokasikan total anggaran sebesar Rp206,96 miliar untuk program Gratispol Pendidikan.
Dana itu terbagi dalam sejumlah skema, mulai dari beasiswa sarjana, pascasarjana, hingga program luar negeri.
Alokasi anggaran itu tercatat dalam dokumen Entri Penyempurnaan Rancangan Akhir P-RKPD Provinsi Kaltim Tahun 2025.
Rinciannya, jenjang S-1 mendapat porsi terbesar dengan Rp150,94 miliar untuk 28.083 penerima manfaat.
Kemudian jenjang S-2 dan S-3 sebesar Rp14,46 miliar untuk 2.860 mahasiswa.
Selain itu, terdapat skema Gratispol Luar daerah Kaltim dengan Rp7,76 miliar untuk 657 penerima.
Gratispol Luar Negeri Rp9,97 miliar untuk 89 penerima, serta Gratispol Khusus Rp21,48 miliar untuk 1.165 penerima manfaat.
Alokasi Rp2,32 Miliar untuk Operasional Tim Gratispol
Menariknya, dalam dokumen Biro Kesra juga tercatat adanya alokasi khusus untuk operasional tim Gratispol senilai Rp2,32 miliar.
Anggaran itu disebut untuk mendukung kerja 25 orang tim.
Dana itu digunakan untuk mendukung kerja-kerja tim dalam melakukan verifikasi, monitoring, serta memastikan program beasiswa berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.
- Tahun 2025 RSUD Kanujoso Djatiwibowo Dapat Rp193,4 Miliar untuk Alat Kesehatan, Ini Daftar Perusahaan Pelaksana Pengadaan Alkes 2024
- Gratispol 2025: Total Alokasi Anggarannya Tak Sampai Rp 1 Triliun! Terbesar di Sektor Kesehatan
- IPW Dorong Polisi Bongkar Dugaan Kredit Fiktif Rp 275 Miliar Bankaltimtara! Singgung Pihak yang Meloloskan
Dasmiah Tegaskan Anggaran Tidak Diberikan Perorangan
Saat dikonfirmasi, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim, Dasmiah, menegaskan bahwa anggaran Rp2,3 miliar dalam program Operasional Tim Gratispol itu tidak diberikan langsung secara perorangan.
Menurut Dasmiah, anggaran tersebut dipakai untuk berbagai keperluan yang mendukung jalannya program Gratispol.
Ia menyebut, salah satunya digunakan untuk rapat koordinasi dengan 52 perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Dasmiah juga menjelaskan, kegiatan launching dan acara simbolis termasuk dalam kebutuhan yang dibiayai dari anggaran itu.
“Bukan perorangan. Itu kegiatan-kegiatan rapat-rapat dengan perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta. Kegiatan launching dan simbolis-simbolis. Untuk monitoring dan evaluasi. Banyak macam-macam. Untuk biaya jaringan,” jelas Dasmiah dalam keterangannya kepada redaksi Arusbawah.co, pada Rabu (1/10/2025).
Selain itu, anggaran juga dipakai untuk honor tim sebanyak 25 orang yang bertugas dalam monitoring dan evaluasi (monev) program.
"Honor tim yang 25 orang," tambahnya.
Ia menegaskan bahwa kebutuhan jaringan dan berbagai kegiatan pendukung lainnya juga masuk dalam komponen penggunaan anggaran.
Dasmiah menambahkan, detail penggunaan dana tersebut telah dituangkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Dasmiah mengatakan, honor untuk admin tim Gratispol hanya sekitar Rp4 jutaan per bulan.
Menurutnya, skema itu sama seperti yang diberlakukan pada anggaran operasional program Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) sebelumnya.
“Banyak ada RAB-nya dengan Kepala Bagian. Kalau honor mereka sebulan admin cuma 4 jutaan. Karena RAB-nya sudah jelas. Itu mengikuti anggaran operasional Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) kemaren,” pungkasnya.
(wan)




