Arus Publik

28.000 Penonton Meriahkan Pagelaran Sabang Merauke 2025: Hanya Indonesia yang Punya “Hikayat Nusantara”

Perayaan Budaya Nusantara di Indonesia Arena

Rabu, 27 Agustus 2025 14:33

PAGELARAN - PAGELARAN SABANG MERAUKE 2025-PREMIERE-02A-FAJAR MARBURY

ARUSBAWAH.COPagelaran Sabang Merauke 2025 – Hanya Indonesia yang Punya Hikayat Nusantara, resmi berakhir dengan kemegahan di Indonesia Arena, Senayan.

Acara ini digelar sejak 22 hingga 24 Agustus 2025 dengan empat sesi pertunjukan, dan berhasil memukau hampir 28.000 penonton yang datang mengenakan wastra Nusantara.

Pertunjukan kolosal ini mempersembahkan kisah budaya Indonesia melalui musik, tari, paduan suara, hingga visual teatrikal.

Setiap sudut venue pun hidup dengan parade kostum, instalasi seni, festival UMKM, hingga aksi live painting.

Atraksi Spektakuler dari Sabang sampai Merauke

Sejak pintu masuk, pengunjung disambut atraksi marching band Korps Musik Bhumi Pura Dharma Ksatria dan pertunjukan Barongsai Kong Ha Hong.

Sorotan utama datang dari parade kostum Jember Fashion Carnaval yang dipimpin Bubah Alfian, serta komunitas seni Pesona Gondanglegi asal Malang, yang menghadirkan karakter ikonik penuh detail etnik.

Selain itu, pengunjung bisa berfoto di Mural Wall karya Gusde Sidhi, Poster Wall ikonik, dan Dance Hall of Fame yang menampilkan 351 penari, termasuk 27 penari baru dari ajang The Audition.

Seniman Jepang BUNTA iNOUE juga kembali tampil dengan aksi live painting khasnya, sementara instalasi seni Twinkle-gize karya kolaborasi iForte, Sigit D. Pratama, dan this/PLAY Studio memadukan cahaya matahari dengan kreativitas.

LIVE PAINTING - Aksi live painting BUNTA iNOUE/ HO to Arusbawah.co

 

UMKM Festival dan Musik Lintas Generasi

Pagelaran ini juga menghadirkan Cultural Fair & UMKM Festival dengan 73 booth makanan, minuman, dan produk lokal Nusantara.

Desa Wisata binaan BCA seperti Wisata Wayang Bantul, Linette Bags Semarang, hingga Doesoen Kopi Sirap ikut serta memamerkan produk unggulan daerah.

Di panggung musik, suasana semakin meriah dengan alunan Keroncong Tujuh Putri, Damai d’Bamboo, Kamus Band, hingga musisi muda dari British School Jakarta.

Kolaborasi tradisional dan modern membuat pengalaman penonton semakin berkesan.

UMKM - Cultural Fair UMKM Festival/ HO to Arusbawah.co

 

Hikayat Nusantara: Teater Kolosal Penuh Emosi

Pertunjukan utama menghadirkan lebih dari 1.500 pelaku seni yang membawakan kisah rakyat Nusantara, mulai dari Yuyu Kangkang, Malin Kundang, Si Tumang, Mahadewi, hingga Calon Arang.

Panggung digarap oleh Iskandar Loedin, tata visual oleh Taba Sanchabakhtiar, dan musik dipimpin Elwin Hendrijanto bersama Jakarta Concert Orchestra, Batavia Madrigal Singers, dan The Resonanz Children’s Choir.

Lebih dari 50 instrumen tradisional dipadukan dengan orkestra modern, menciptakan harmoni unik yang tetap berakar pada tradisi.

PAGELARAN SABANG MERAUKE 2025- PAGELARAN SABANG MERAUKE 2025-PREMIERE-01-HAFIYYAN FAZA-

 

Deretan penyanyi papan atas seperti Yura Yunita, Padi Reborn, Christine Tambunan, Sruti Respati, hingga Alsant Nababan semakin menghidupkan setiap hikayat.

Momen spesial pun tercipta saat ratusan penonton diajak menari bersama di panggung pada lagu “Lulo”.

 

Simbol Kebersamaan Budaya Indonesia

Busana para penampil diperkaya kolaborasi 20 desainer besar tanah air, dari Ivan Gunawan, Ghea Panggabean, hingga Sebastian Gunawan.

Pagelaran ditutup dengan lagu “Syukur”, “Nusantara”, serta karya orisinal iForte “Inspirasi Diri x Lantunan Satu Bangsa” oleh Yura Yunita dan seluruh artis.

Ferdinandus Aming Santoso, CEO iForte & Protelindo Group, menyampaikan, “Antusiasme penonton membuktikan seni dan budaya Indonesia tetap hidup, relevan, dan dicintai lintas generasi. Kami bangga bisa menghadirkan pertunjukan ini sebagai wujud nyata pelestarian budaya.”

Pagelaran Sabang Merauke 2025: Gerakan Budaya Mendunia

Dengan berakhirnya acara ini, Pagelaran Sabang Merauke 2025 berhasil mencatat sejarah sebagai pertunjukan kolosal yang memadukan seni, budaya, teknologi, dan kebersamaan.

Selama dua hari, 28.000 penonton diajak menelusuri Hikayat Nusantara, menjadikannya bukan sekadar pertunjukan, melainkan gerakan kebudayaan Indonesia yang membanggakan dunia. (pra)

 

Tag

MORE