Arus Publik

16 Ton Garam Bakal Disemai BMKG di Langit IKN, Antisipasi Potensi Hujan Lebat Ganggu Pengerjaan Proyek 

Senin, 24 Juni 2024 8:56

Potret curah hujan yang diupload di situs BMKG/ Foto: BMKG

ARUSBAWAH.CO - Jelang dilakukannya upacara 17 Agustus di Ibu Kota Nusantara, beberapa persiapan sudah dilakukan pihak Otorita IKN.

Beberapa persiapan itu, termasuk di antaranya adalah pengendalian potensi hujan lebat di IKN.

Terbaru, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan siapkan 16 ton garam untuk disemai ke langit IKN.

Penyemaian garam ke langit IKN itu untuk mengendalikan potensi hujan berintensitas lebat di IKN.

Sebagaimana dilansir dari Antara, pada Jumat (21/6/2024), Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan IKN menjadi salah satu daerah di Kaltim yang berpotensi diguyur hujan dengan ketebalan antara 200-300 milimeter/bulan berdasarkan hasil analisa dasarian bulan Juni ini.

Di saat yang bersamaan pengerjaan pembangunan sejumlah proyek strategis antara lain Bandara VVIP dan jalan tol di daerah setempat masih berlangsung dan harus cepat diselesaikan.

Oleh karena itu, Dwikorita menyebut BMKG mencoba mengendalikan dengan penyemaian garam atau zat NaCl dalam rangkaian Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang berlangsung hingga 23 Juni 2024, dengan harapan hujan tidak menghambat proses pembangunan tersebut.

Sementara itu, dilansir dari situs BMKG, pada Prakiraan Curah Hujan Dasarian III Juni & I-II Juli 2024 untuk wilayah Kalimantan Timur memang didominasi adanya potensi curah hujan rendah dan menengah di beberapa lokasi.

Curah hujan itu bervariaso mulai dari angka 20 - 50 mm hingga 100 - 150 mm.

Sementara itu, potensi hujan lebat juga masih besar kemungkinan terjadi.

Seperti pada wilayah Samarinda, kota penyangga IKN yang mengalami hujan lebat pada 10 Juni 2024 lalu.

Terjadinya hujan lebat itu, dikarenakan adanya pola belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Kalimantan Timur.

Kemudian, indeks labilitas atmosfer yang berada pada kriteria sedang-tinggi yang menyebabkan dapat terbentuknya awan-awan hujan dan thunderstorm di wilayah Samarinda.

"Terdapat awan Cumulonimbus di atas wilayah Samarinda yang ditandai dengan suhu puncak awan mencapai -80 oC yang dapat menimbulkan hujan lebat disertai angin kencang dan badai guntur pada wilayah yang dilaluinya," demikian sebagaimana rilis dari BMKG. (pra)

Tag

MORE